⛄ Pertanyaan Tentang Akhlak Tasawuf
TanyaJawab Tasawuf Bersama Haidar Bagir (Bagian 1) Tanya Jawab Tasawuf Bersama Haidar Bagir (Bagian 2) Tanya Jawab Tasawuf Bersama Haidar Bagir (Bagian 3) Akhlak dan Amal T: prof, bagaimana supaya kita termotivasi utk melakukan sesuatu yg bermanfaat, karena kadang suka males2an..
thanksmb rizqita, pertanyaa pertama mengenai hakikat tasawuf adalah ketaatan kepada allah swt, cinta kepada sesama makhluk, makrifat akan kekurangan yang ada pada diri sendiri, mengetahui tipu muslihat dari setan dan pencegahannya, serta perhatian mereka dalam meningkatkan jiwa ke tingkat yang murni dan menjauhi hal-hal yang menyimpang dan
Akhlaktasawuf bukanlah tingkah laku manusia melainkan perbuatan yang dilakukan atas kemauan manusia itu sendiri yang selalu dilakukannya dan kemudian mendarah daging dalam diri manusia itu sendiri. 1. Berupaya menyelamatkan diri dari akidah-akidah syirik dan batil. 2. Melepaskan diri (Takhalli) daripenyakit kalbu. 3.
HUBUNGANTASAWUF DENGAN ILMU LAINNYA. Ilmu tasawuf merupakan rumusan tentang teoritis terhadap wahyu-wahyu yang berkenaan dengan hubungan antara tuhan dengan manusia dan apa yang harus dilakukan oleh manusia agar dapat berhubungan sedekat mungkin dengan tuhan baik dengan pensucian jiwa dan latihan-latihan spritual.
Bagianpertama akan menampilkan tentang Tasawuf dan Thariqah. Catatan lainnya, beberapa pertanyaan dan jawaban kami edit secara minor (karena terdapat salah ketik/typo) dan ada beberapa penambahan keterangan yang diperlukan. Selamat menyimak. Tasawuf Tanya (T): Tasawuf itu apa Bib? Barangkali bs dikaji dr awal dst Pengenalan dulu bib
2 Kegiatan yang berkenaan dengan pembinaan mental ruhaniah agar selalu dekat dengan Tuhan. Hubungan Akhlak dengan Tasawuf: Akhlak dan Tasawuf saling berkaitan. Akhlak dalam pelaksanaannya mengatur hubungan horizontal antara sesama manusia, sedangkan tasawuf mengatur jalinan komunikasi vertical antara manusia dengan Tuhannya.
BeliBuku Akhlak Tasawuf Mustofa PUSTAKA SETIA Terbaru August 2022. ️ 15 hari retur. Mau tanya mengenai pengiriman, promo, atau lainnya? Chat Customer Care atau hubungi 0804 1 871 871 . Tanya tentang produk ini Belum ada pertanyaan untuk produk ini.
BestContoh Pertanyaan Tentang Tasawuf Falsafi, Paling Seru! DOC) Pertanyaan dan Pendapat Mengenai Akhlak Tasawuf | Dimas Cholis - Academia.edu. Contoh Soal Latihan Akhlak Kelas XI MA Materi Tasawuf Sunni dan Tokoh Ajarannya - Bacaan Madani | Bacaan Islami dan Bacaan Masyarakat Madani. DOC) Mentahan Tasawuf Falsafi | yukfa abdullah - Academia.edu.
Sekilaspengantar ilmu tasawuf i. Misteri tentang misteri itu sendiri, dan lain sebagainya. Doc Makrifat 1tanya Jawab Syehc Siti Jenar Eka Priyatma - Academiaedu Pernyataan ini bukan dari sabda nabi saw. Pertanyaan tersulit tentang tasawuf. Pertanyaan tentang sejarah masuknya islam di indonesia perbedaan mendasar ilmu kalam, filsafat islam dan tasawuf.
PertanyaanTentang Moral - Soal Uas Akhlaq Tasawuf Pdf - Menkes budi gunadi sadikin memberikan pesan untuk pemburu vaksin ketiga atau vaksin booster. 18 Okt, 2021 Posting Komentar Untuk dapat menjawab pertanyaan diatas sebaiknya anda terlebih dahulu membaca . 15 pertanyaan untuk meningkatkan semangat kerja, moral & budaya kerja .
Kalaukita tidak tahu, kita bertanya ke yang lebih tahu. Nah pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai akhlak dan adab dalam islam. Pertanyaan Tentang Konsep Akhlak Dalam Islam Jejak Belajar Dahulu pernah merusak puasanya sejak beberapa tahun dan tidak. Pertanyaan tentang akhlak dalam islam. Disebutkan bahwa akhlak adalah buah dari keimanan dan keistiqomahan seseorang
NabiMuhammad Saw. mendefinisikan pertobatan sebagai penyesalan. Dalam tasawuf, agar taubat menjadi sah, maka tautab itu perlu memiliki tiga prinsip berikut yang berkaitan dengan masa lalu, masa sekarang dan masa depan: 1. Penyesalan atas dosa yang dilakukan (masa lalu) 2. Menyingkirkan dosa di masa sekarang (hal) 3.
Ylit. Soal Ulangan dan Jawaban Aqidah Akhlak Materi Tasawuf dalam Islam Kelas XI Aliyah Pilihlah Jawaban yang Paling Benar dari Alternatif jawaban A,B,C,D atau E di bawah ini. 1. Secara etimologis, kata sufi antara lain berasal dari kata dasar saff yang berarti …. A. Kain wol B. Baris dalam salat C. Beranda masjid D. Kesucian E. Sederhana 2. Cakupan makna yang terkandung dalam tasawuf sangat luas kalau dipahami secara utuh, tasawuf selain berorientasi moral, namun tujuan akhir tasawuf adalah…. A. Hubungan yang harmonis antara manusia dengan Allah Swt B. Mengetahui sifat-sifat Allah Swt C. Menegakkan kebenaran dan keadilan D. Mengetahui zat Allah Swt E. Hubungan yang harmonis antara manusia dengan makhluk-Nya 3. Secara istilah, salah satu deϐinisi tasawuf adalah mengambil setiap sifat mulia dan meninggalkan sifat yang rendah. Definisi tersebut menurut …. A. Ibnu Khaldun B. Junaid al-Baghdadi C. Imam Qusyairi D. Ahmad Zarruq E. Imam Al- Ghazali 4. Alat yang dapat digunakan manusia menuju pencerahan batin untuk mengenal Tuhan adalah A. panca indra B. akal pikiran C. tingkah laku D. insting E. hati 5. Berikut ini merupakan sumber-sumber ajaran tasawuf, kecuali …. A. Allah al-Qur’an B. sahabat C. qiyas ulama’ D. Rasul E. Ijma’ sufi 6. QS. As-Sajadah 16تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ Ayat tersebut merupakan salah satu ayat yang berkaitan dengan …. A. dasar tasawuf B. sumber tasawuf C. pengertian tasawuf D. esensi tasawuf E. tujuan tasawuf 7. Perilaku tasawuf yang pernah dilakukan Rasulullah Saw adalah sebagai berikut, kecuali…. A. Khalwat di gua Hira’ B. Pengalaman kebenaran mimpi Rasulullah C. Pengalaman Isra’ Mi’raj D. Hidup sederhana E. Menjauhi dunia secara total 8. Tasawuf akidah merupakan tasawuf yang menekankan pada masalah-masalah metafisis yang bukan termasuk masalah metafisis adalah … A. Malaikat B. Bakteri C. Alam barzah D. Syurga E. Neraka 9. Contoh integrasi nilai-nilai tasawuf ke dalam akhlaq di dunia modern adalah sebeagai berikut, kecuali…. A. Shalat dengan khusuk B. Wara’ dalam mencari rizki C. Bisnis dengan amanah D. Menjauhkan diri dari keramaian dunia E. Zuhud dalam harta 10. Memohon atas segala dosa dan kesalahan disertai janji yang sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan dosa disebut …. A. Kefakiran B. Taubah C. Ikhlas D. Ridha E. Syukur Kunci jawaban 1. B 2. A 3. B 4. E 5. E 6. A 7. E 8. B 9. E 10. B KD. Menganalisis pengertian, kedudukan dan sejarah tasawuf dalam Islam 1 Menjelaskan pengertian tasawuf dalam Islam 2 Menjelaskan fungsi tasawuf dalam Islam 3 Menjelaskan sejarah tasawuf dalam Islam Terima Kasih Atas Kunjungannya. Kunjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin.
Pertanyaan Tentang Akhlak Soal Uraian Soal Esai Essay Contoh Soal Beserta Jawabannya Untuk Mahasiswa Untuk Siswa Pelajar Selamat datang, pada halaman ini kami mempublikasikan beberapa pertanyaan penting tentang Akhlak dan Jawabannya. Pertanyaan tentang Akhlak ini bisa dijadikan berbagai macam kebutuhaan akademik, baik pada tingkatan perguruan tinggi mahasiswa, atapun untuk untuk pelajar. Sedangkan jawaban dari pertanyaan tentang Akhlak ini, bisa dikondisikan dengan mereka yang menjawab, tentunya kedalaman jawaban mahasiswa berbeda dengan pelajar. Tapi, kumpulan pertanyaan di bawah ini, juga dibisa dimanfaatkan untuk pembaca secara umum. Pada akhir prolog halaman ini, kami mengucapkan, selamat membaca “kumpulan contoh pertanyaan tentang Akhlak” beserta jawabannya,semoga bermanfaat. 30 Pertanyaan Tentang Akhlak Berikut adalah 50 daftar contoh pertanyaan tentang Akhlak, tetapi bisa jadi kurang atau lebih tergantung keluasan pengetahuan yang dimiliki. Anda bisa kembangkan struktur bahasanya sesuai kebutuhan Apa pengertian akhlak dalam Islam? Jawaban Akhlak dalam Islam adalah perilaku dan tindakan yang sesuai dengan ajaran agama, baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia. Akhlak juga mencakup sikap dan perilaku yang mencerminkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Apa saja nilai-nilai akhlak yang dijunjung dalam Islam? Jawaban Beberapa nilai-nilai akhlak yang dijunjung dalam Islam antara lain jujur, adil, sabar, sopan santun, rendah hati, kasih sayang, dan toleransi. Nilai-nilai akhlak tersebut dijadikan dasar dalam perilaku dan tindakan sehari-hari. Bagaimana agama Islam memandang pentingnya akhlak dalam kehidupan seorang muslim? Jawaban Agama Islam memandang pentingnya akhlak dalam kehidupan seorang muslim karena akhlak menjadi bagian dari ketaqwaan kepada Allah SWT. Melalui akhlak yang baik, seseorang dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah dan sebagai manusia yang berinteraksi dengan sesama. Bagaimana cara meningkatkan akhlak dalam Islam? Jawaban Cara meningkatkan akhlak dalam Islam antara lain dengan memperdalam pengetahuan agama, menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh, melakukan amal sholeh, dan selalu berusaha untuk memperbaiki diri. Selain itu, seseorang juga perlu menghindari perbuatan yang buruk dan memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama. Apa hubungan antara akhlak dan keberhasilan dalam kehidupan dunia dan akhirat? Jawaban Hubungan antara akhlak dan keberhasilan dalam kehidupan dunia dan akhirat sangat erat. Dalam Islam, seseorang yang memiliki akhlak yang baik akan mampu meraih keberhasilan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Akhlak yang baik juga menjadi bekal dalam memperoleh keberkahan dan keberhasilan dalam hidup. Apa pengertian akhlak dalam konteks pendidikan? Jawaban Akhlak dalam konteks pendidikan adalah perilaku dan tindakan yang mencerminkan karakter dan moralitas yang baik. Pendidikan akhlak bertujuan untuk membentuk pribadi yang memiliki akhlak yang baik dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika yang diakui oleh masyarakat. Apa tujuan pendidikan akhlak? Jawaban Tujuan pendidikan akhlak adalah untuk membentuk pribadi yang memiliki moralitas dan karakter yang baik. Pendidikan akhlak juga bertujuan untuk membentuk individu yang berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika yang diakui oleh masyarakat. Bagaimana pendidikan akhlak dapat diimplementasikan dalam kurikulum pendidikan? Jawaban Pendidikan akhlak dapat diimplementasikan dalam kurikulum pendidikan dengan memperkenalkan nilai-nilai moral dan etika dalam setiap mata pelajaran. Selain itu, pendidikan akhlak juga dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan program bimbingan dan konseling. Apa peran guru dalam pendidikan akhlak? Jawaban Guru memiliki peran penting dalam pendidikan akhlak karena guru menjadi panutan bagi siswa dalam berperilaku dan berinteraksi dengan sesama. Guru juga dapat membantu siswa untuk memahami nilai-nilai moral dan etika yang diakui oleh masyarakat. Bagaimana pendidikan akhlak dapat membantu mengatasi masalah moral dan etika dalam masyarakat? Jawaban Pendidikan akhlak dapat membantu mengatasi masalah moral dan etika dalam masyarakat dengan membentuk individu yang memiliki karakter dan moralitas yang baik. Dengan memiliki akhlak yang baik, individu akan lebih mudah menyelesaikan masalah moral dan etika dalam masyarakat. Apa pengertian akhlak dalam psikologi? Jawaban Akhlak dalam psikologi adalah perilaku dan tindakan yang mencerminkan karakter dan moralitas yang baik dari sudut pandang psikologi. Akhlak dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan pengalaman hidup seseorang. Bagaimana psikologi memandang pentingnya akhlak dalam kehidupan seorang individu? Jawaban Psikologi memandang pentingnya akhlak dalam kehidupan seorang individu karena akhlak dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang. Dengan memiliki akhlak yang baik, seseorang akan lebih mampu mengelola emosi, mengatasi stres, dan membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain. Bagaimana lingkungan dapat mempengaruhi pembentukan akhlak seseorang? Jawaban Lingkungan dapat mempengaruhi pembentukan akhlak seseorang dengan memperkenalkan nilai-nilai moral dan etika yang diakui oleh masyarakat sekitar. Lingkungan juga dapat mempengaruhi pola perilaku dan interaksi sosial yang menjadi dasar pembentukan akhlak seseorang. Bagaimana cara meningkatkan akhlak dari sudut pandang psikologi? Jawaban Cara meningkatkan akhlak dari sudut pandang psikologi antara lain dengan memperkuat pengetahuan dan kesadaran akan nilai-nilai moral dan etika, berprilaku positif, dan memperbaiki hubungan dengan orang lain. Selain itu, seseorang juga perlu memperhatikan kondisi psikologis dan emosional untuk meningkatkan akhlaknya. Apa peran psikologi dalam membantu individu untuk memperbaiki akhlaknya? Jawaban Psikologi memiliki peran penting dalam membantu individu untuk memperbaiki akhlaknya karena psikologi dapat membantu individu untuk memahami diri sendiri, mengelola emosi, dan memperbaiki hubungan dengan orang lain. Psikologi juga dapat membantu individu untuk mengatasi masalah psikologis yang dapat mempengaruhi pembentukan akhlaknya. Apa pengertian akhlak dalam konteks bisnis? Jawaban Akhlak dalam konteks bisnis adalah perilaku dan tindakan yang mencerminkan etika dan moralitas yang baik dalam konteks dunia usaha. Akhlak dalam bisnis mencakup sikap dan perilaku yang dianggap baik dan benar dalam menjalankan usaha. Bagaimana pentingnya akhlak dalam dunia bisnis? Jawaban Akhlak sangat penting dalam dunia bisnis karena dapat mempengaruhi reputasi dan keberhasilan suatu usaha. Dengan memiliki akhlak yang baik, seorang pengusaha akan lebih dihormati dan diandalkan oleh pelanggan, karyawan, dan rekan bisnis. Apa saja nilai-nilai akhlak yang dijunjung dalam dunia bisnis? Jawaban Beberapa nilai-nilai akhlak yang dijunjung dalam dunia bisnis antara lain integritas, kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, keterbukaan, dan penghargaan terhadap hak-hak orang lain. Bagaimana cara meningkatkan akhlak dalam dunia bisnis? Jawaban Cara meningkatkan akhlak dalam dunia bisnis antara lain dengan memperkuat integritas, meningkatkan keterbukaan dan transparansi, menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika, dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, karyawan, dan rekan bisnis. Bagaimana akhlak dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis? Jawaban Akhlak dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis karena reputasi yang baik dapat menarik pelanggan dan investor. Selain itu, sikap dan perilaku yang baik juga dapat membantu dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan pelanggan, karyawan, dan rekan bisnis. Apa pengertian akhlak dalam konteks budaya? Jawaban Akhlak dalam konteks budaya adalah perilaku dan tindakan yang mencerminkan moralitas dan etika yang dihargai oleh masyarakat dalam suatu budaya. Akhlak dalam budaya mencakup nilai-nilai yang dianggap baik dan benar dalam interaksi sosial dan kehidupan sehari-hari. Bagaimana akhlak dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dalam suatu budaya? Jawaban Akhlak dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dalam suatu budaya dengan membentuk pola perilaku dan interaksi sosial yang positif. Dengan memiliki akhlak yang baik, masyarakat dapat membangun hubungan yang harmonis dan memperkuat kohesi sosial dalam budaya tersebut. Apa saja nilai-nilai akhlak yang dijunjung dalam suatu budaya? Jawaban Nilai-nilai akhlak yang dijunjung dalam suatu budaya dapat bervariasi tergantung pada budaya tersebut. Beberapa nilai-nilai akhlak yang dihargai oleh masyarakat dalam berbagai budaya antara lain kesopanan, rasa hormat dan penghargaan terhadap yang lebih tua, solidaritas, dan toleransi. Bagaimana cara memperkuat akhlak dalam suatu budaya? Jawaban Cara memperkuat akhlak dalam suatu budaya antara lain dengan memperkenalkan nilai-nilai moral dan etika yang dihargai oleh masyarakat, membangun kegiatan dan program yang mendukung pembentukan akhlak yang baik, dan mengajarkan akhlak melalui media dan pendidikan. Bagaimana akhlak dapat mempengaruhi hubungan antarbudaya? Jawaban Akhlak dapat mempengaruhi hubungan antarbudaya dengan memperkuat rasa toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman budaya. Dengan memiliki akhlak yang baik, masyarakat dapat membangun hubungan antarbudaya yang harmonis dan saling menghormati. Apa pengertian akhlak dalam konteks hubungan internasional? Jawaban Akhlak dalam konteks hubungan internasional adalah perilaku dan tindakan yang mencerminkan moralitas dan etika yang diakui dalam hubungan antarnegara. Akhlak dalam hubungan internasional mencakup sikap dan perilaku yang dianggap baik dan benar dalam menjalin kerjasama dan interaksi antarnegara. Bagaimana akhlak dapat mempengaruhi hubungan antarnegara? Jawaban Akhlak dapat mempengaruhi hubungan antarnegara dengan memperkuat kepercayaan dan rasa saling menghormati antarnegara. Dengan memiliki akhlak yang baik, negara dapat membangun hubungan yang harmonis dengan negara lain dan memperkuat kerjasama antarnegara. Apa saja nilai-nilai akhlak yang dijunjung dalam hubungan internasional? Jawaban Beberapa nilai-nilai akhlak yang dijunjung dalam hubungan internasional antara lain kejujuran, integritas, rasa hormat dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, dan sikap saling menghormati dan menghargai keberagaman budaya. Bagaimana cara memperkuat akhlak dalam hubungan internasional? Jawaban Cara memperkuat akhlak dalam hubungan internasional antara lain dengan memperkuat kesadaran akan nilai-nilai moral dan etika dalam hubungan antarnegara, membangun kerjasama dan dialog yang produktif, dan menghargai keberagaman budaya dan pandangan politik antarnegara. Apa peran akhlak dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia? Jawaban Akhlak memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia karena dengan memiliki akhlak yang baik, negara dapat membangun hubungan yang harmonis dengan negara lain dan menghindari konflik serta perang antarnegara. Selain itu, akhlak juga dapat memperkuat kerjasama internasional dalam mengatasi masalah global seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan krisis kemanusiaan. Penutup Terimakasih atas kunjungannya di khususnya pada halaman yang membahas tentang kumpulan contoh Pertanyaan Tentang Akhlak beserta anda pada website ini sangat berarti bagi kami. Hal tersebut membuat kami bersemangat untuk terus tumbuh dan berbagi kebermanfaatan.
Nama Zaidatun Masruroh Nim 1403066032 Kelas PM 4B Makul Akhlak tasawuf Dosen Soeparyo UJIAN TENGAH SEMESTER UTS 1. Arti dan Makna dari beberapa Istilah a. Akhlak dan ilmu akhlak serta ruang lingkupnya • Pengertian Akhlak dan Ilmu akhlak Secara etimologi, kata akhlak berasal dari bahasa Arab yakni isim mashdar dari kata akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan/ akhlaqan yang berarti kelakuan, tabi’at, dan watak dasar. Kata akhlaq أخلاق itu sendiri berasal dari bentuk jama’ sedangkan mufradnya adalah khuluq خلاق berarti budi pekerti. Kata akhlak itupun banyak ditemukan dalam ayat-ayat Al Qur’an maupun al-Hadits seperti ان هذا الاّ خلق الاوّلين الشعراء 137 Artinya Agama kami tidak lain hanyalah adat kebiasaan yang dahulu . QS. As-Syu’ara 137 Imam al-Ghazali 1059-1111 M dikenal sebagai Hujjatul Islam Pembela Islam terutama membela Islam dari berbagai paham yang menyesatkan, mengatakan secara lebih luas arti akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sedangkan ilmu akhlak adalah ilmu yang mempelajari tentang akhlak • Ruang lingkup Akhlak Ruang lingkup akhlak meliputi 1 Akhlak terhadap Khaliq, diartikan sebagai sikap yang ditunjukkan oleh manusia kepada Sang Pencipta. Sikap tersebut ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta komitmen yang kuat untuk terus memperbaiki kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. 2 Akhlak terhadap makhluk, yaitu hubungan yang baik dengan makhluk lain, terutama sesama manusia, baik muslim maupun non muslim. 3 Akhlak kepada lingkungan, yaitu sikap seseorang terhadap lingkungan alam sekitarnya karena Allah SWT menciptakan segala sesuatu yang ada di bu,i untuk kepentingan manusia, sehungga manusia harus memeliharanya. b. Tasawuf dan ilmu tasawuf Secara etimologi, kata tasawuf التصوف berasal dari bahasa arab. Pertama, dari kata Shuf artinya bulu domba. Kedua, dari Ahl Al-Suffah berarti orang-orang yang ikut hijrah dengan Nabi dari Mekkah ke Madinah dan meninggalkan harta, rumah, dan tidak membawa apa-apa. Ketiga, dari kata Shafi atau Sufi yang berarti suci. Orang-orang ahli tasawuf adalah orang-orang yang mensucikan dirinya dari hal-hal yang berbau keduniawian. Keempat, dari kata Sophia atau Sophos yang berasal dari bahasa Yunani, berarti hikmat atau hikmah atau filsafat. Kelima, dari Saf berarti barisan. Menurut Abu Qasim al-Qusyaeri 376-466, tasawuf ialah penjabaran ajaran Alquran, sunnah, berjuang mengendalikan hawa nafsu, menjauhi perbuatan bid’ah, mengendalikan syahwat, dan menghindari sikap meringankan ibadah. Sedangkan Ilmu tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya diketahui hal ihwal kebaikan dan keburukan jiwa, cara membersihkannya dari yang tercela dan mengisinya dengan sifat-sifat yang terpuji, cara melakukan suluk, dan perjalanan menuju keridhaan Allah dan meninggalkan larangan-Nya menuju kepada perintah-Nya. c. Akhlak tasawuf dan hubungannya dengan ilmu tauhid daan fiqih Tasawuf dan fiqih adalah dua ilmu yang saling melengkapi. Ilmu tasawuf berhasil memberi corak batin terhadap ilmu fiqih. Ilmu tasawuf menjadi penyempurna ilmu fiqih, sedangkan fiqih berperan bagaikan seorang hakim terhadap permasalahan tasawuf, fiqih menjadi pengarah dilakukannya suatu perbuatan tertentu. Dalam kaitannya dngan ilmu tauhid, ilmu tasawuf berfungsi sebagai pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam. Selain itu, ilmu tasawuf mempunyai fungsi sebagai pemberi kesadaran rohaniah dalam perdebatan-perdebatan kalam. d. Tujuan dan manfaat mengkaji akhlak tasawuf . 1 Dengan mempelajari akhlak tasawuf kita dapat menghindari kajian akhlak yang hanya berada pada tataran pemikiran dan wacana yang tentu akan jauh untuk dapat memberikan kesan tersendiri pada mahasiswa terutama untuk memiliki akhlak mulia. 2 Dengan mengkaji akhlak tasawuf berguna untuk membatasi kajian salah satu aspek dalam dunia tasawuf yakni tasawuf akhlaki, yang berarti menitikberatkan pada akhlaki saja, bukan kepada tasawuf falsafi maupun amali. 3 Dan yang terpenting dari mempelajari akhlak tasawuf adalah cara membersihkan diri dari sifat tercela, menghiasi diri dengan akhlak mulia dan cara mendekatkan diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. 2. Sejarah dan Perkembangan Tasawuf Istilah tasawuf dikenal secara luas di kawasan Islam sejak penghujung abad ke-dua Hijriyah, sebagai perkembangan lanjutan dari kesalehan asketis atau para zahid yang mengelompok di serambi mesjid Madinah. Dalam perjalanan kehidupan, kelompok ini lebih mengkhususkan diri untuk beribadah dan pengembangan kehidupan rohaniah dengan mengabaikan kenikmatan duniawi. Tasawuf Pada Masa Sahabat Nabi, Atau Khulafa’ Al-Rasyidin maka perkembangan tasawuf abad ini yaitu pada masa Nabi, khulafa’ al-Rasyidin, dan masa ahlu Suffah, nampaknya istilah atau term penggunaan tasawuf untuk kehidupan rohani memang belum ada, tetapi tidak bisa di pungkiri faktanya bahwa Nabi dan para sahabatnya adalah praktisi yang dijadikan teladan para sufi sesudahnya. Dengan demikian kehidupan Nabi dalam segala hal di anggap, sebagai embrio yang selanjutnya tumbuh dan dikembangkan oleh para sahabat khulafa’ al-Rasyidin dan ahlu Suffah yang dianggap sebagai pelaku-pelaku ibadah yang konsisten mementingkan kehidupan rohani seperti yang dicontohkan oleh Nabi dan selanjutnya diikuti oleh orang-orang shaleh dan orang-orang sufi abad berikutnya. Munculnya Kehidupan zuhud Dari kondisi politik yang tidak kondisif, dan dari kondisi sosial yang tidak bermoral, maka muncul kaum muslimin yang merasa punya kewajiban moral mengingatkan penguasa, rakyat agar kembali pada kehidupan seperti yang dicontohkan Nabi. Tokoh-tokoh zahid yang termasyhur antara lain seperti Hasan al-Basri w. 728 M. Beliau banyak mempelajari ilmu yang sifanya moralitas sehingga ajaran itu sangat mempengaruhi pola pikiran, sikap dan perilakunya sehari-hari, dan dia juga dianggap sebagai tokoh oposisi moral. Memasuki akhir abad II H, terlihat adanya peralihan kehidupan zuhud ke istilah tasawuf. Hal ini di tandai dengan adanya para zahid-zahid yang mulai membicarakan konsep-konsep mengenai kehidupan yang berdimensi spiritual. Tokoh-tokoh zahid akhir abad II H, dan sudah mempunyai konsep tentang oleh rohani antara lain diwakili oleh Rabiahtul Adawiah, seorang zahid perempuan yang telah mengukir lembaran sejarah tasawuf dengan membawa versi baru yang bernama hubb cinta. Adanya term tasawuf pada akhir abad II H, tapi itu tidak berarti telah lahir sistem tasawuf sebagai suatu ilmu yang walaupun praktenya telah ada sejak masa Rasulullah. Namun ketika memasuki abad ke III H., perkembangan tasawuf sudah mulai jelas dan istilah tasawuf sudah dikenal secara meluas. 3. Akhlak Islami dan Pentingnya bagi kehidupan sehari-hari. Secara etimologi akhlak merupakan bentuk jamak dari “khuluk”,yang diartikan sebagai budi pekerti, peragai, tingkah laku, atau tabiat. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa akhlak adalah daya kekuatan sifat yang tertanam dalam jiwa dan mendorong perbuatan-perbuatan spontan tanpa memerlukan terlalu banyak pertimbangan dan pemikiran yang lama. Jadi, akhlak merupakan sikap yang melekat pada diri seseorang dan secara spontan diwujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan Sedangkan, Akhlak Islam adalah akhlak yang berdasarkan ajaran Islam atau akhlak yang bersifat Islami. Akhlak Islam juga berarti tingkah laku manusia yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan, ucapan, dan pikiran yang sifatnya membangun, tidak merusak lingkungan dan tidak pula merusak tatanan sosial budaya dan tidak pula bertentangan dengan ajaran Islam, namun berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits. Akhlak Islam sangatlah penting untuk kehidupan sehari-hari karena Akhlak adalah sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku manusia. Karena itu, selain akidah, akhlak tidak dapat dipisahkan dengan syari’ah. Dan akhlak Nabi Muhammad, yang diutus menyempurnakan akhlak manusia, disebut akhlak Islam atau akhlak Islami, karena bersumber dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an yang menjadi sumber utama agama dan ajaran Islam. 4. Rasulullah sebagai Tauladan. Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Akhlak dengan takwa merupakan buah pohon Islam yang berakar akidah, bercabang dan berdaun syari’ah. Pentingnya kedudukan akhlak , dapat dilihat dari berbagai sunnah qauliyah sunnah dalam bentuk perkataan Rasulullah. Diantaranya adalah »إنما بعثت لأتم صالح الاخلق» “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya.” Tarmizi. Dan akhlak Nabi Muhammad, yang diutus menyempurnakan akhlak manusia, disebut akhlak Islam atau akhlak Islami, karena bersumber dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an yang menjadi sumber utama agama dan ajaran Islam. Aqur’an banyak sekali memberi informasi tentang manfaat akhlak yang mulia itu. Allah berfirman yang artinya Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. An-Nahl, 16 97. 5. Diantara 7 sunnah Rasulullah yang harus diketahui dan diamalkan 1. Shalat tahajud, shalat sunnah yang dilakukan di malam hari, lebih utama sepertiga malam terkhir, setelah tidur. Shalat tahajud memiliki beberapa keutamaan, diantaranya semakin mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari dosa, membentuk karakter atau kepribadian yang shalih, menghapus atau menghilangkan segala keburukan, mencegah penyakit jasmani, serta mencapai kemuliaan dan kejayaan di dunia dan akhirat. 2. Membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya, karena membaca Al-Qur’an merupakan dzikir yang paling utama, yang setiap hurufnya mendapat sepuluh jenis kebajikan, serta merenungkan maknanya untuk diterapkan dalam kehiupan sehari-hari. 3. Shalat berjamaah di masjid, utamanya bagi kaum laki-laki merupakan perintah agama yang harus dilaksanakan sesuai dengan kemampuan, terutama pada waktu isya’ dan shubuh. 4. Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan di pagi hari setelah matahari terbit sebagai rasa syukur kepada Allah sekaligus doa agar apa yang diberikan Allah selalu memiliki nilai barakah, serta sebahai perwujudan shadaqah bagi seluruh anggota tubuh. 5. Menjaga wudhu, upaya pembersihan diri dari dosa-dosa yang melekat dan diproduksi oleh anggota tubuh dan upaya persiapan diri jika sewaktu-waktu meninggal, maka akan meninggal dalam keadaan suci. 6. Bershadaqah, kewajiban setiap muslim yang harus dilaksanakan sesuai dengan kemampuan, yang dipercaya dapat menolak bencana, memadamkan murka Allah, memadamkan dosa dan kesalahan. 7. Istighfar, dzikir utama yang memiliki efek luar biasa, baik untuk kemanfaatan dunia maupun akhirat karena Allah menjanjikan bagi siapa saja yang selalu beristighfar dan bertaubat akan mendapatkan berbagai kenikmatan dan kesenangan selama hidupnya di dunia. 8. Akhlak mahmudah dan Mazmumah Akhlak mahmudah atau di sebut juga akhlaqul karimah artinya “Baik” dalam bahsa arab disebut “khair. Akhlak mahmudah adalah akhlak atau budi pekerti positif adalah segala tingkah laku, tabiat, watak, dan perangai yang sifatnya benar, baik secara akal maupun norma agama. Akhlakul karimah dilahirkan berdasarkan sifat-sifat yang terpuji. Orang yang memiliki akhlak terpuji ini dapat bergaul dengan masyarakat luas karena dapat melahirkan sifat saling tolong menolong dan menghargai sesamanya. Cara menggapainya yaitu dengan membiasakan berbuat baik, Akhlak yang baik bukanlah semata-mata teori yang muluk-muluk, melainkan ahklak sebagai tindak tanduk manusia yang keluar dari hati. Akhlak yang baik merupakan sumber dari segala perbuatan yang sewajarnya. Contoh Akhlak Mahmudah yaitu Husnuzan baik sangka , Tawaduk rendah hati, tasamuh tenggang rasa, saling menghormati dan saling menghargai, Ta’awun saling menolong dan lain-lain. Akhlak mazmumah ialah perangai atau tingkah laku yang tercermin pada diri manusia yang cenderung melekat dalam bentuk yang tidak menyenangkan orang lain. Atau Segala yang tercela, lawan baik, lawan pantas, lawan bagus, perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma atau agama, adat istiadat, dan masyarakat yang berlaku. Jadi akhlak mazmumah adalah tindakan tidak terpuji, tidak menyenangkan dan menyakiti yang tidak sesuai dengan akal dan norma agama. Contoh Akhlak Mazmumah yaitu Hasad Iri hati, dengki, Dendam, Ghibah dan Fitnah, Namimah Adu domba atau namimah dan lainnya. Penyebab dari dimilikinya akhlak madzmumah antara lain adalah lemahnya iman dan tauhid, tidak dipahaminya Al-Qur’an dan Sunnah dengan baik, ketidakmampuan untuk merepresentasikan ibadahnya dalam kehidupan sehari-hari, serta tidak mampu mengontrol hawa nafsu. 9. Syari’at, Thariqat, haqiqat dan ma’rifat. Syari’at adalah kualitas amalan lahir – formal yang ditetapkan dalam ajaran agama melalui Al Qur’an dan Sunnah. Atau hukum suci yang diwahyukan, ajaran atau aturan yang diwahyukan. Syari’at jika diartikan sebagai ilmu riwayah adalah ilmu teoretis tentang segala macam hukum sebagaimana terurai dalam ilmu fiqih atau ilmu lahiriah. Sedangkan syari’at dalam arti dirayah adalah makna bathiniah dari ilmu lahiriah atau makna hakikat dari ilmu fiqih. Syari’at dalam konotasi dirayah ini kemudian dikenal dengan nama ilmu tasawuf. Syari’at menampakkan hukum ilahi haqiqat. Ia memberikan prinsip dan sarana bagi manusia untuk mengembangkan pengetahuan haqiqi dan memperoleh sifat-sifat akhlak mulia. Mereka yang mengenal Allah tidak pernah meningggalkan hukum sucinya. Thariqat secara bahasa berarti jalan atau metode. Sedangkan thariqah dalam istilah tasawuf diartikan sebagi suatu metode praktis untuk membimbing seorang pencari salik, thalib, murid dengan menelusuri jalan berfikir, merasa dan bertindak melalui tahapan-tahapan menuju pengalaman realitas ketuhanan haqiqat. Menurut istilah tasawuf, thariqat adalah perjalanan khusus bagi para sufi yang menempuh jalan menuju SWT. Perjalanan yang mengikuti jalur yang ada melalui tahap dan seluk beluknya. Menurut Khalil A. Bamar bahwa tujuan thariqat adalah mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah, agar bisa mencapai jalan tersebut maka penganutnya harus mempelajari kesalahan dan dosa-dosa yang diperbuatnya, kemudian melakukan perbaikan yang selanjutnya meminta ampunan kepada Allah. Haqiqat merupakan unsur ketiga setalah syari’at hukum yang merupakan kenyataan eksoteris, thariqat jalan sebagai tahapan esoterisme’ yang ketigahaqiqat, yakni kebenaran yang esensial. Haqiqat adalah kemapuan seseorang dalam merasakan dan melihat kehadiran Allah di dalam syari’at itu. Dalam dunia sufi, haqiqat diartikan sebagai aspek bathin dari syari’at, sehingga haqiqat adalh aspek yang paling penting dalam setiap amal, inti dan rahasia dari syari’at yang merupakan tujuan perjalanan salik. Ma’rifat secara bahasa berasal dari bahasa Arab arafa, ya’rifu, arafah, Irfan dan Ma’rifah yang berarti pengetahuan yang sangat jelas. ma’rifat dalam istilah tasawuf adalah pengetahuan yang mengenai Tuhan melalui pengalaman langsung Korelasi Syariat, Thariqat, Haqiqat, dan Ma’rifat yaitu • Syari’ah merupakan peraturan • Tariqah merupakan cara melakukan peraturan • Haqiqah merupakan keadaan yang dirasakan setelah melaksanakan peraturan tersebut. • Ma’rifah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh sufi Syari’at dan haqiqat adalah ibarat wadah dan isi, yang lahir dan yang bathin, ibarat gelas dan air yang ada di dalam gelas. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Shalat dilihat dari sisi syari’at adalah perbuatan dan perkataan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam beserta rukun-rukunnya dan inti dari shalat adalah mengingat Allah. Dan pada akhirnya akan mencapai hakikat dan ma’rifat dengan melalaui berbagai jalan. 10. Maqam dan Ahwal Secara harfiah, maqamat merupakan jamak dari kata maqam yang berarti tempat berpijak atau pangkat mulia Maqam adalah hasil usaha manusia dengan kerja keras dan keluhuran budi pekerti yang dimiliki hamba Tuhan yang dapat membawanya kepada usaha dan tuntunan dari segala kewajiban. Sedangkan dalam ilmu tasawuf, maqamat berarti kedudukan hamba dalam pandangan Allah berdasarkan apa yang telah diusahakan, baik melalui riyadhah, ibadah, maupun mujahadah. Di samping itu, maqamat berarti jalan panjang atau fase-fase yang harus ditempuh oleh seseorang sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah SWT Tentang jumlah tangga atau maqamat yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk sampai menuju Tuhan, di kalangan para sufi tidak sama pendapatnya. Namun maqamat yang telah sepakati diantaranya yatu al-taubah, al-zuhud, al-wara’, al-faqr, al-shabr, al-tawakkal dan al-ridla. a. Taubat pengertian taubat bagi kalangan sufi adalah memohon segala ampun atas segala dosa yang disertai dengan penyesalan dan berjanji dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut dan dibarengi dengan melakukan kebajikan yang dianjurkan oleh Allah. b. Zuhud zuhud dapat diatikan sebagai sikap mental untuk menjauhkan diri dari kehidupan di dunia demi akhirat, dengan kata lain menyeimbangkan antara aspek-aspek lahiriah dan batiniah, jasmaniah,dan rohaniah. c. Wara’ wara’ adalah mensucikan hati dan berbagai anggota badan. Sedangkan dalam Kamus Tasawuf, dinyatakan bahwa wara’ adalah menjaga diri dari berbuat dosa, atau berbuat maksiat sekecil apapun d. Faqr faqr adalah tidak meminta lebih dari apa yang telah ada pada kita. Tidak meminta rezeki kecuali hanya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban. Tidak meminta sungguhpun tak ada pada diri kita, kalau diberi diterima. Tidak meminta tetapi tidak menolak. e. Sabar sabar erat hubungannya dengan pengendalian diri, pengendalian sikap, dan pengendalian emosi. Oleh sebab itu, sikap sabar tidak bisa terwujud begitu saja, akan tetapi harus melalui latihan yang sungguh-sungguh. f. Tawakal tawakal adalah pasrah dan mempercayakan secara bulat kepada Allah setelah melaksanakan suatu rencana dan usaha. g. Ridla Kata al-Junaid, arti ridla meninggalkan usaha tark iktiari sedangkan Dzu al-Nun al-Mishri mengatakan, ridha itu ialah menerima tawakal dengan kerelaan hati. Menurut al-Nun, tanda-tanda orang yang sudah ridha itu ada tiga yakni mempercayakan hasil usaha sebelum terjadi ketentuan, lenyapnya resah gelisah setelah terjadi ketentuan, dan cinta yang bergelora dikala turunnya malapetaka. Sedangkan, Ahwal adalah jamak dari hal yang berarti keadaan atau situasi kejiwaan state. Secara terminology Ahwal berarti keadaan spiritual yang menguasai hati. Maksudnya, hal adalah kondisi sikap yang diperoleh seseorang yang datangnya atas karunia Allah SWT kepada yang dikehendaki, baik sebagai buah dari amal saleh yang mensucikan jiwa atau sebagai pemberian semata. Ahwal merupakan anugerah Allah atau keadaan yang datang tanpa wujud kerja. aplikasi ahwal atau Tahapan-tahapan ahwal yaitu a. Muraqabah Meyakini bahwa Allah selalu mengawasi seluruh aktivitas baik lahir maupun batin. Contohnya seseorang takut untuk berbuat dosa karena meyakini bahwa Allah selalu mengawasinya. b. Mahabbah Cinta seorang hamba kepada Tuhannya. Contohnya melaksanakan seluruh perintahnya dengan ikhlas dan senang hati serta menjauhi larangannya. c. Khauf Rasa takut pada apa yang akan terjadi di masa depan. Contohnya seseorang takut untuk melakukan perbuatan tercela dan terdorong untuk melakukan perbuatan baik. d. Raja’ Berharap akan sesuatu yang diinginkan. Contohnya seseorang menjadi bersemangat dalam upaya mewujudkan harapannya dan menjadi tidak mudah putus asa. e. Al-syauq Rindu untuk bertemu dengan Tuhan. Contohnya seseorang senang ketika shalat, karena saat shalat ia dapat bertemu dengan Tuhan dan dekat dengan-Nya. f. Al-uns Perasaan selalu memiliki teman dan tidak sendiri. Contohnya seseorang yang secara lahiriyahnya sendiri namun tidak pernah merasa sendiri secara batiniyahnya, karena ia meyakini Allah selalu menemaninya. 11. Penjelasan dari beberapa istilah a. Shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. 1 Shidiq, secara harfiah artinya adalah benar atau jujur. artinya adalah berkata benar dan berbuat benar. Shidiq merupakan salah satu sifat nabi Muhammad SAW yang patut diteladani. Contoh Ketika kita diminta menjadi saksi suatu kejadian, maka harus berkata jujur atau benar sesuai kenyataan. Dan jika kamu khawatir akan terjadinya pengkhianatan dari suatu golongan, Maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Al-Anfal 58 2 Amanah, artinya dapat dipercaya. Jika seseorang diberikan tanggung jawab, maka ia dapat melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan baik. Contohnya. Ketika kita diberi kepercayaan untuk menyampaikan titipan kepada seseorang, maka hendaknya disampaikan kepada yang berhak. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. An-Nisa 58 3 Tabligh, artinya menyampaikan. Tabligh merupakan salah satu sifat yang dimiliki nabi Muhammad, yaitu menyampaikan semua firman Allah yang diturunkan kepadanya dan tidak mungkin disembunyikan. Contohnya. Menyampaikan apa-apa yang baik tanpa dilebihkan atau dikurangkan. 4 Fathonah, artinya cerdas. Nabi Muhammad sebagai seorang yang cerdas mampu menjeaskan firman Allah kepada orang lain sehingga kebanyakan mereka masuk islam. Contohnya. Semangat sebagai generasi Islam untuk mencari Ilmu Uthlubul ilma minal mahdi ilallahdi . Yang mempunyai akal yang cerdas; dan Jibril itu menampakkan diri dengan rupa yang asli. An-Najm 6 b. Ihsan, yaitu kita menyembah Allah seakan-akan kita melihat Allah, dan apabila kita tidak mampu melihatNya maka Sesungguhnya kita yakin bahwa Allah melihat apa yang kita perbuat. Contoh. Selalu menyegerakan sholat dan mendirikannya, bersedekah dengan sembunyi- sembunyi sehingga hanya Allah yang tahu. Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Al-Qashas 77 c. Sabar, yaitu sikap menerima segala keadaan dan tabah dalam menghadapi kesulitan tanpa ada rasa kesal dalam hati. Dan menjadikannya sebagai cobaan atau bukti kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya. Contohnya ketika ditimpa musibah, kita tidak putus asa dan selalu berhusnudzon. Begitu pula ketika bahagia kita tidak berlebihan. “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. “ Al-Baqarah 153 d. Syukur secara etimology berarti Terminologi adalah perasaan gembira dan puas serta berterimaksih atas nikmat dan anugerah Allah yang dilimpahkan kepadanya, baik itu sesuai/ tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sikap dan sifat syukur tersebut diwujudkan dalam bentuk amal ibadah dan ikhtiar yang meningkat lillahi ta’ala. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku. Al-Baqarah 152 e. Ikhlas, secara bahasa artinya bening shafa, segala dosa hilang darinya. Sedangkan Menurut istilah syariat Islam, ikhlash ialah mengerjakan amal ibadah semata-mata mengharapkan keridhaan Allah SWT. Contoh Apa yang kita miliki suatu saat akan kembali kepada sang kholiq, ketika kita kehilangan sesuatu atau seseorang, maka ikhlas dan yakin Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Katakanlah “Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan Hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati. Al-Baqarah 139 f. Tawakka merupakan sikap mental seorang / hasil dari keyakinannya kepada Allah, karena di dalam tauhid ia meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan segala-galanya, pengetahuanNya Maha Luas, Dia yang menguasai dan mengatur alam semesta ini. Keyakinan inilah mendorongnya untuk menyerahkan segala persoalannya kepada Allah. Hatinya tenang dan tenteram serta tidak ada rasa curiga, karena Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Contohnya kertika kita hendak mencapai suatu target, maka ikhtiyar itu pasti dan diiringi Do’a selanjutnya menyerahkan segala kepada Allah. Dan mereka orang-orang munafik mengatakan “Kewajiban kami hanyalah taat”. tetapi apabila mereka Telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari mengambil keputusan lain dari yang Telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. cukuplah Allah menjadi Pelindung. An-Nisa 81 g. Ridha, menurut bahasa artinya senang, suka, rela. Ridho/rela adalah nuansa hati kita dalam merespon semua pemberian-Nya yang setiap saat selalu ita rasakan. Jadi Ridho dapat diartikan suatu sikap terpuji, ia menerima dengan senang segala apa yang diberikan oleh Allah SWT baik berupa peraturan hukum atau pun qada’ atau sesuatu ketentuan dari Allah SWT. Contohnya Rela dan senang ketika ditempatkan pada suatu keadaan, walaupun itu bukan yang kita harapkan. Mereka bersumpah kepada kamu dengan nama Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan rasul-Nya Itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin. At-Taubah 62 h. Wara’ Secara etimologi berasal dari kata al-wara’ artinya saleh, menjauhkan diri dari perbuatan fujur atau dosa . arti yang lain menjauhi hal-hal yang tidak baik. Dalam tasawuf al-wara’ adalah meninggalkan segala didalamnya terdapat keraguan-keraguan antara halal dan haram syubhat . Contohnya berusahan mengindari hal-hal yang tidak pasti atau meragukan dari segi hukum. Dan senantiasa bertaubat setiap saat. “ Barangsiapa yang dirinya terbebas dari syubhat, maka sesungguhnya ia telah terbebas dari yang haram.” HR. Bukhari i. Zuhud, berasal dari kata al-Zuhud berarti tidak ingin kepada sesuatu yang bersifat keduniawian. Contoh menjadikan dunia hanya tempat berpijak sementara, dan tidak menjadikan perkara dunia adalah segalanya. قُلْ مَتَٰعُ ٱلدُّنْيَا قَلِيلٌ وَٱلأَخِرَةُ خَيرٌ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا “Katakanlah kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun”QS. An-Nisa 77 j. Riya’ atau pamer, melakukan amal bukan mengharap ridha Allah tetapi mencari pujian dan kedudukan di mata manusia. Riya’ salah satu syirik kecil yang dapat merusak dan melunturkan amal ibadah serta kebaikan di hadapan Allah. Riya’ muncul akibat tipisnya iman yang dimilikinya.\ Contoh melakukan suatu perkara baik / ibadah dhadapan orang lain dengan tujuan disanjung dan mendapat tempat dihati banyak orang. Dan juga orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka Karena riya’kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, Maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya. An-Nisa’ 38 k. Ujub atau bangga pada diri. Orang yang membanggakan diri hina dihadapan Allah, Allah akan memutus bantuan dan taufiq darinya karena Rasa ujub itu merusak amal shaleh dan kebajikan. Bahkan mencabut nilai ibadah seorang hamba, yang menjadi tujuan hidup kerugian adalah hal yang akan didapatkan. Contoh dengan sengaja membanggakan diri baik itu dari kecantikan, harta, tahta bahkan kecerdasan. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi Ini dengan sombong, Karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. Al-Isra’ 37 l. Sum’ah adalah melakukan ibadah dengan benar dan ikhlas karena Allah tetapi kemudian menuturkan kebaikannya kepada orang lain agar orang lain berbuat baik kepada dirinya. Pengertian sum’ah dan riya’ hampir sama, melakukan hal baik bukan karena menginginkan ridho Allah tetapi lebih karena menginginkan pujian ataupun balasan kebaikan dari orang lain. Contohnya Dengan sengaja mengumumkan apa yang dia wakafkan dengan besar dan nominal yang disebut dengan jelas dan diulang-ulang di berbagai majlis. Siapa yang melakukan sum’ah maka akan diperlakukan sum’ah oleh Allah dan siapa uang berlaku riya’ maka akan dibalas riya’. Bukhari m. Takabur adalah membesarkan diri, menganggap dirinya lebih dari orang lain. Orang memuja-muja dirinya sendiri mengakibatkan takabbur, tetapi yang baik hormatilah dirimu dan hormatilah pula orang lain. Contohnya merasa dirinya adalah orang hebat dan merendahkan orang lain baik dari segi kemampuan dan kedudukan, Dan Ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Al-Baqarah 34 n. Itba’ul hawa artinya menuruti hawa nafsu, sedangkan menurut istilah adalah orang yang hatinya selalu mengikuti perbuatan buruk yang telah diharamkan syariat. Nafsu yang dimaksud adalah nafsu syai’ah Buruk, dimana jika nafsu itu selalu dituruti maka dia akan semakin menguasai hati dan akal, sehingga nafsu ini yang dapat merusak amal ibadah kita. Contoh berzina, baik itu zina hati, mata dan lainnya Hai Daud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah penguasa di muka bumi, Maka berilah Keputusan perkara di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, Karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, Karena mereka melupakan hari perhitungan. Shaad 26 12 o. Thama’ berasal dari bahasa Arab yang artinya serakah, rakus. Yang dimaksud thama’ menurut tarajumah adalah rakus hatinya. Sedang menurut istilah adalah kecintaan yang berlebihan terhadap dunia tanpa menghitungkan haram maupun halal cara mendapatkannya. Contohnya apa yang menjadi hak orag lain ingin dia kuasai sendiri, terlebih pada harta benda. Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Al-Hadid 20\ 12. Sayyidul istighfar Makna istighfar akan lebih terasa bagi orang yang senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT, sebab akan merasakan naungan-Nya dan senantiasa optimis menjalani hidup tanpa diliputi sedikitpun rasa pesimistis. Ada begitu banyak macam istighfar, yang terpenting adalah istighfar yang paling mulia dan besar pahalanya serta paling besar peluang untuk dikabulkan adalah istighfar yang dimulai dengan memuji Allah, kemudian mengakui segala dosa yang dilakukan. Namun ada bacaan istighfar yang dikenal dengan sayyidul istighfar king of istighfar atau penghulu istighfar yang bersumber dari sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Syidad bin Aus RA أَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآ اِلهَ اِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَ أَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ Ya Allah, Engkaulah Tuhan hamba, tidak ada yang patut disembah selain Engkau. Engkaulah yang menciptakan hamba, sementara hamba adalah hamba-Mu. Hamba akan setia pada perjanjian hamba dengan Mu, semampu hamba. Hamba berlindung kepada Engkau dari keburukan yang hamba lakukan. Hamba mengakui nikmat-Mu kepada hamba dan hamba mengakui atas dosa hamba. Maka, ampunilah hamba, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau. Ada sebuah hadist yang menjelaskan tentang sayyidul istighfar ini, yaitu dari HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97 yang berbunyi “Barangsiapa mengucapkannya di siang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.”
pertanyaan tentang akhlak tasawuf